Debian Maintainer ketika kuliah, iya atau tidak?

Bismillahirrahmanirrahim

17/04/16 10:18:53 AM ,Kamar kos

Debian Maintainer ketika kuliah, iya atau tidak?

Menjadi seorang kontributor adalah hal yang sangat saya impikan, karna bagi saya berkontribusi memberikan banyak hal positif. Hal yang mendominasi terutama adalah konteks keikhlasan didalamnya yang nantinya memberikan nuansa kebermanfaatan untuk sesama, saya tidak ingin apa yang saya punya hilang begitu saja, saya tidak ingin menjadi seorang programer dan hanya bisa memberi manfaat untuk diri saya sendiri, atau terobsesi dengan tujuan duniawi. Ingin sekali ilmu yan saya miliki ini mempunyai manfaaat bagi sesama.

Hal yang saya lirik pertama kali ada berkontribusi kepada Free Software project, karna Free Software jugalah yang memberikan saya semangat terus menerus untuk mempelajari cara kerja suatu Sistim Operasi, File System, Application development, translation dan banyak hal lain.

Saya sangat bersemangat ketika melihat video-video conferensi mereka, seperti DebConf, LibrePlanet, GNU Meeting dan seterusnya. Terkadang dalam waktu istirahat saya, hal-hal tersebutlah yang memberikan saya inspirasi, semangat dan banyak ide.

Atas niat dasar saya untuk menjadi seseorang yang memberikan manfaat, saya harus mencari hal yang bisa saya bela dan perjuangkan, alhamdulillah akhirnya saya bisa mengenal GNU project ketika tahun 2013 silam. Dari situlah saya senang menyebarkan hal-hal mengenai GNU, dan Free Software kepada teman-teman, karna tidak mungkin saya memperjuangkan dan membela sesuatu yang kepetingannya milik pribadi, bukan milik semua.

– – –

Sampailah saya di sebuah perguruan tinggi, dimana saya mempelajari banyak hal baru mengenai perkembangan teknologi, disaat ini saya ingin berkontribusi langsung kepada Free Software project, setelah lama berpikir tentang apa yang akan saya kontribusikan dan kepada siapa tenaga dan pikiran saya akan saya berikan, akhirnya saya memilih Debian project dan GNU Project. Awalnya saya ingin sekali menjadi seperti mereka, saya melihat bapak-bapak developer yang begitu memiliki arti dan posisi penting dalam menunjang jalannya suatu ekosistem ini. Tetapi apa yang saya miliki sekarang hanya bisa membuat saya berkontribusi melalui penerjemahaan secara langsung, dan penyebaran berita, ajakan kepada teman-teman, secara tidak langsung.

Saya ingin suatu saat kelak saya menjadi Debian developer, dan memberikan banyak kontribusi code kepada GNU dan Free Software Poject. Sehingga atas kemauan inilah saya mempelajari bagaimana menjadi Maitainer suatu paket terlebih dahulu. Yang mana mengantarkan saya mengenal orang-orang debian team di IRC, saya sangat berterimakasih kepada mereka, memberikan saya pranala-pranala yang juga membuat saya mengenal orang-orang di indonesia yang berkontribusi kepada debian melalui translation ataupun juga menjadi maintainer.

– – –

hal yang sekarang membuat saya sempat khawatir adalah tentang masa perkuliahan saya, masa kuliah yang sebentar ini ingin sekali saya membuatnya baik dan khusnul khotimah, backround saya yang berasalah dari Pondok membuat saya harus melakukan pembelajaran ekstra, karna saya sebelumnya belum pernah merasakan pemeblajaran integral, limit, fungsi ataupun pelajaran-pelajaran lain yang mengandung perhitungan, disini saya hasur beradaptasi secara cepat agar diri saya tidak tertinggal dan bisa mengikuti pelajaran. Hal ini juga membuat saya harus benar-benar bisa merasa nyaman dengan angka-angka dan berhitung, dikarenakan sebelumnya, bagi saya hal-hal tersebut sangatlah jarang sekali dilakukan. Sehingga terkadang saya ingin sekali menjadi seperti “mereka”, teman-teman yang dikelas bisa mengikuti pelajaran secara mudah, belajar ringan-ringan saja sudah paham, dan bisa menigkuti secara cepat, saya maklumi karna mereka tidak lintas benua seperti saya, mereka memiliki dasar yang sama seperti apa yang mereka pelajari, hanya saja terkadang saya selalu berpikir “andai saya seperti mereka, saya pasti sudah banyak luangkan waktu saya untuk kontribusi dan belajar hal baru yang mendukung tujuan saya”. Tetapi saya tidak kecewa,sedih ataupun menyesal atas langkah-langkah saya seblumnya, karna itu semua kemauan saya sendiri, tanpa paksaan siapapun, memang langkah belajar di pondok adlaah tujuan utama saya. Dan mempelajari eksakta setelah keluar dari pondok juga menjadi tujuan setelahnya, karna bagi saya, eksakta itu penting.

Hal yang membuat saya khawatir saat-saat ini adalah pembagian waktu, saya takut ketika saya berkontribusi langsung, bercengkrama langsung membuat saya ketakutan akan pelajaran-pelajaran saya menjadi tertinggal, saya hanya tidak ingin mengecewakan mereka yang mengenal atau sudah berkerja sama dengan saya, kemudian saya menghilang atas alasan sibuk. Saya ingin sekarang saya menjadi kontributor lepas terlebih dahulu, lambat laun ketika dasar-dasar ekstakta dan pemrograman saya sudah stabil, ingin saya menjadi kontributor resmi, dan mengadakan acara seperi mini-debconf atau mini-mini lainnya.

Alhamdulillahirabbil Alamin

Azzam Syawqi Aziz

10:43:18 AM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s